24 August 2015
Namanya mulai terkenal di era 1970-an lewat lagu Tertusuk Duri dan Hanya Untukmu ciptaan A. Riyanto. Awalnya ia menggeluti musik pop tapi karena ciri khas suaranya yang lirih merdu, ia malah berjaya dan lebih dikenal sebagai penyanyi musik bossas. Kali ini Tribute To bersama Rafika Duri.
Si Bungsu dari tujuh bersaudara ini mulai menyanyi sejak kecil. Di usia 11 tahun, tepatnya tahun 1971, Rafika Duri menjadi juara 1 Pop Singer di Bangka. Setelah berhasil menjuarai ajang menyanyi, fika hijrah ke Jakarta. Di ibukota, putri dari Kemas Duri mantan camat Sungai liat, Bangka yang memiliki talenta menyanyi sangat merdu dan tinggal dengan salah seorang kakaknya. Bakatnya semakin terasah saat fika mengikuti les privat menyanyi.
Nama Rafika Duri mulai dikenal setelah berhasil menjadi juara dalam kontes adu vocal bintang radio dan televisi di tahun 1976. Saat itu, perempuan kelahiran Bangka, 20 Januari 1960 ini tampil berduet dengan Harvey Malaiholo yang kebetulan juga menjuarai kategori penyanyi pria. Rafika – Harvey akhirnya dikenal sebagai pasangan duet paling serasi. Karirnya baru melejit lewat lagu Tertusuk Duri ciptaan A. Riyanto.
Keikutsertaan Rafika Duri dalam Festival Pop Singer & Festival Lagu Popular Nasional adalah keberhasilan sebuah keajaiban karena dikelilingi oleh lingkungan pakar musik seperti Iskandar (vocal), A Riyanto (pop), Idris Sardi (Illustrasi), Ireng Maulana (Jazz) & Handiatmo (Keroncong). Mereka mengajarkan teknik-teknik mengontrol suara, melatih nafas dan kesabaran maupun penggunaan suara palsu (falsetto) dan penggunaan suara kepala. Sehingga karirnya dari ajang festival dalam negeri melangkah mulus, fika mencoba Go Internasional dan terbukti menjadi pemenang Gayageum Award Seoul Song Festival untuk lagu “Hanya Untukmu” yg diciptakan A. Riyanto dan di aransemen Idris Sardi.
Fika yang awalnya menggeluti musik pop mulai melirik aliran musik Bossas. Bersama Ireng Maulana, ia menghasilkan empat album berirama bossas. Awalnya, ibu tiga anak ini hanya ingin mencoba sesuatu yang baru setelah sekian lama bernyanyi pop. Tapi tidak disangka, nama Fika akhirnya malah identic dengan genre musik bossas secara kebetulan pula, ia pernah membawa lagu film Idris Sardi dengan suara lirih misalnya Christina. Suara lirih itulah yang oleh Ireng Maulana dianggap pas untuk bernyanyi lagu bossas.
Meski waktunya banyak tersita karena padatnya jadwal menyanyi, Fika tak serta merta melupakan pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilannya menyelesaikan pendidikannya di bidang Interior Seni Rupa Universitas Trisakti setelah berhasil mendapatkan gelar sarjana, pada tahun yang sama tanggal 18 Desember, ia menikah dengan seorang dokter bernama Sonny Kusuma Yuliarso.
Setelah absen selama beberapa tahun dari industri musik rekaman, Rafika Duri meluncurkan album terbarunya yang berjudul Romantic Bossa di tahun 2008. Album ini merupakan album yang ke-5 berirama bossas sekaligus yang ke-25 sepanjang karir bermusiknya. Album ini merupakan wujud eksistensinya di dunia tarik suara karena lama tidak tampil menyanyi, di album ini tak hanya lagu lama saja yang dibawakan kembali tapi juga ada 3 buah lagu milik band kenamaan Indonesia yaitu Ungu (Demi Waktu), Letto (Ruang Rindu) dan Naff (Kau Masih Kekasihku).
Popularitas dan materi yang berhasil diraihnya membuat Fika merasa sangat bersyukur sebagai wujud rasa terima kasihnya kepada Tuhan, Fika senantiasa berusaha berbagi untuk sesame seperti saat musibah gempa bumi Padang di tahun 2009 lalu. Untuk memberikan bantuan kepada korban bencana alam, ia sama sekali tak keberatan menyumbangkan lagu. Ia berpendapat, semua manusia pasti ingin berbuat sesuatu, dan sebagai penyanyi, tindakan yang dirasanya paling tepat adalah menyumbangkan lagu.
Fika bukan kali itu saja menjadi pengisi acara amal untuk korban bencana alam. Sebelumnya ia juga pernah berpartisipasi menolong korban gempa bumi di Yogyakarta. Dengan keterlibatannya, ia berharap bantuan sekecil apapun tetap dapat berarti bagi para korban bencana alam.
Sumber : berbagai sumber